<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743</id><updated>2011-07-08T18:18:32.087+07:00</updated><category term='sebab-sebab'/><category term='indah'/><category term='berbai'/><category term='child'/><category term='learning effective'/><category term='pendidikan'/><category term='sukses'/><category term='mengidap'/><category term='etika'/><category term='development'/><category term='mengenal'/><category term='ujian'/><category term='social'/><category term='Rizki'/><category term='kiat'/><category term='membangun'/><category term='etis'/><category term='belajar'/><category term='negara'/><category term='konsentrasi'/><category term='penyakit'/><category term='indonesia'/><category term='dengki'/><category term='sekuler'/><category term='kehidupan'/><category term='percaya diri'/><title type='text'>mine blog</title><subtitle type='html'>sharing, learning, and much more</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-820248869703183604</id><published>2010-01-07T12:36:00.000+07:00</published><updated>2010-01-07T12:36:39.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rizki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbai'/><title type='text'>Berbagi Rizki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Engkau tidak akan pernah mencapai kebaikan yang sempurna sampai Engkau mau menafkahkan harta yang engkau cintai kepada sesama. Dan apapun yang engkau nafkahkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah cara pendekatan yang selama ini dikesampingkan oleh umat Islam. Ada pelajaran yang sangat mulia dari Al-Qur'an, ternyata langkah untuk mendekat kepada Allah tidaklah melalui ibadah Mahdoh saja. Akan tetapi Allah akan menemani orang yang mau menemani kesusahan saudaranya. Sedang orang yang mau berderma untuk orang-orang yang membutuhkan, maka Allah akan melipatgandakan rizki-Nya. Tapi ternyata kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh dalam beramal. Sering kali alasan kita beramal adalah karena untuk mendapatkan pujian, untuk dicatat sebagai dermawan, untuk kepentingan politik, untuk menyombongkan diri, dan yang lebih parah adalah beramal untuk berpesta pora sementara jutaan rakyat miskin kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedang untuk mencapai tahapan yang mulia dalam kebaikan diperlukan keikhlasan. Sejauh ini ikhlas seperti sebuah misteri karena yang tahu adalah Allah SWT dan orang yang bersangkutan. Namun ternyata ada reep sederhana yang di tuangkan Allah dalam Surat Ali-Imron ayat 92 seperti yang termaktub di judul tulisan. Bagaimana maksudnya, kalau penulis boleh memberikan interprestasi begini mungkin, Kalau kita hendak mencapai derajat mukmin yang sejati maka orientasi hidup kita haruslah untuk orang lain (Rohmatan Lil 'Alamin). Artinya sejauh yang bisa kita lakukan, berikan yang terbaik bagi orang lain (lebih khusus orang miskin) sedang kita cukupkan diri dengan yang sederhana. Maka ketika kita bisa mengalah untuk orang lain yang membutuhkan, saat itulah kerendahan hati akan kita peroleh, dan seiring dengan itu keikhlasan akan menyusup dalam hati dan memberikan kebahagiaan yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau anda masih bingung ada contoh kongkret yang mungkin bisa kita lakukan bersama. Sholat jamaahlah di masjid dan bawalah sajadah yang terbaik yang anda punya. Kemudian berdirilah berdampingan dengan orang yang tidak membawa sajadah. Kalau anda orang egois (kecuali sakit) niscaya anda akan memakai sajadah itu sendiri, tanpa permisi pada jamaah yang ada di sebelah anda. Kalau anda mulai peduli niscaya anda bentangkan sajadah ke samping (kebanyakan bagian kaki sajadah untuk orang lain sementara bagian kepala sajadah untuk kita sendiri). Kalau anda ingin mencapai keikhlasan cobalah bentangkan sajadah dengan bagian kepala sajadah untuk orang lain sedangkan bagian kaki sajadah untuk kita. Kalau anda Riya' akan anda berikan sajadah untuk dipakai orang lain sepenuhnya disertai ucapan kalau kita bawa memang untuk orang lain. Sedangkan kita mengalah saja… Waallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-820248869703183604?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/820248869703183604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/berbagi-rizki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/820248869703183604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/820248869703183604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/berbagi-rizki.html' title='Berbagi Rizki'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-6444163313450623120</id><published>2010-01-07T12:29:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T12:41:49.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etis'/><title type='text'>Etis Indah BerEtika</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRAFINET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:right;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-no-proof:yes;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kata Etika beri berasal dari kata &lt;i&gt;etis&lt;/i&gt; yang berarti indah. Setelah diadopsi dalam bahasa Indonesia etika menjadi berarti adab atau kesopanan yang berkaitan erat dengan perilaku mansia. Islam mengatur tata pergaulan dari segala macam aktivitas manusia. Islam mengajari etika berdoa berinteraksi dengan Allah. Islam mengajari etika mengagungkan Rosulullah. Islam mengajari etika berbakti kepada ibu bapak. Islam mengajari etika menghormati tetangga. Islam mengajari etika bersahabat. Islam mengajari etika jual beli. Islam mengajari etika pergaulan suami istri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Islam mengajari etika kehidupan muamallah manusia. Mengajari cara berdagang, cara mengurus pemerintahan, cara menyampaikan pendapat, cara menafkahkan rizki, cara memuliakan orang-orang kecil yang sering kali dilemahkan. Bahkan Islam mengajari etika menghormati jenazah. Islam mengatur secara detail Ibadah Mahdhoh agar tidak ada lagi penyimpangan. Serta Islam mengatur secara global atau secara garis besar nilai-nilai yang harus dipegang dalam muamallah antar manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah sangatlah tahu akan pola pikir manusia. Bahwa karunia akal yang diberikan suatu saat akan membawa perubahan tata kehidupan. Dahulu sesuatu barang kali dianggap tidak mungkin dilakukan. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan hal tersebut akhirnya dapat dilakukan. Maka dari itu untuk urusan tersebut Allah hanya memberikan rambu-rambu batasan yang akan membawa maslahat jika manusia tidak melanggarnya. Barang siapa yang bersungguh-sungguh memegang nilai itu niscaya akan beroleh kesuksesan yang haqiqi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Etika kepada Allah adalah kita merendahkan diri sebagai hamba/abdi. Sebagai hamba tentu saja kita haruslah menyembah kepada-Nya. Sebab hanya Allah lah yang sanggup memenuhi segala kebutuhan kita. Kita harus sepenuh-penuhnya yakin bahwa Allah itu satu dan tidak ada segala sesuatu yang menyerupai-Nya. Kalau sampai sekarang masih ada keraguan coba tanyakan pada hatimu bagaimana alam semesta diciptakan. Bagaimana keserasian semesta tanpa ada kecacatan sedikitpun. Bagaimana bisa Tuhan lebih dari satu padahal segala sesuatu selalu menuju titik. Apa mungkin ada dua atau lebih kekuatan tanpa terjadi persinggungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-6444163313450623120?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/6444163313450623120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/etis-indah-beretika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/6444163313450623120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/6444163313450623120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/etis-indah-beretika.html' title='Etis Indah BerEtika'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-2331182835850718041</id><published>2010-01-07T10:25:00.000+07:00</published><updated>2010-01-07T10:25:17.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='social'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='learning effective'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='child'/><title type='text'>Principles of Effective Learning Child</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Pengalaman manusia menunjukkan adanya tahapan perkembangan dan permasalahan akan dihadapi, kesiapan dalam merespon setiap permasalahan tergantung pada kualitas sosialisasi yang anak-anak peroleh, terutama kualitas orang tua di rumah."&gt;Human experience indicate a stage of development and problems to be addressed and preparedness in response to any problem depends on the quality of the socialization that children get, especially the quality of the parents at home. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Berikut ini adalah prinsip-prinsip pembelajaran anak yang efektif sehingga diperoleh perkembangan anak-anak yang optimal:"&gt;Here are the principles of effective learning that children obtain their children's development is optimal:&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="1."&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Menerima anak sebagai individu"&gt;Accept children as individuals&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="2."&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Berkomunikasi dengan ramah dan menciptakan hubungan yang bersahabat/baik"&gt;Communicate with friendly and creating a friendly relationship / good&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="3."&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Metode yang digunakan dalam mengajarkan adalah perintah dengan memberi perhatian pada anak tidak hanya menerapkan disiplin saja."&gt;The method used in teaching is the command to pay attention to children not only discipline alone.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="4."&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Menerapkan aturan dan batasan yang jelas dengan masukan dari anak dan luwes dalam menanggapi."&gt;Implementing rules and clear limits with input from children and flexible in responding.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="5."&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Menunjukkan keinginan untuk memperhatikan anak yang melawan tanpa alasan “menyerah pada hukum”"&gt;Indicates a desire for attention to children who fight for no reason "surrender to the law"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="6."&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Menjelaskan dengan alasan yang dapat diterima dan dapat dipercaya."&gt;Explaining the reason for an acceptable and credible.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="7."&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Penekanan utama pada aturan moral dan memberi perhatian pada dampak setiap tindakan."&gt;The main emphasis on moral rules and pay attention to the impact of each action.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="8."&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Melaksanakan sebaik berbicara tentang sistem nilai"&gt;Implement best to talk about the value system&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-2331182835850718041?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/2331182835850718041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/principles-of-effective-learning-child.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2331182835850718041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2331182835850718041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/principles-of-effective-learning-child.html' title='Principles of Effective Learning Child'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-7690201794496462153</id><published>2010-01-07T10:19:00.000+07:00</published><updated>2010-01-07T10:19:25.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='social'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='development'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='child'/><title type='text'>Personal and Social Development of the Child</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Sebagai individu, manusia tumbuh dan berkembang."&gt;As individuals, human beings grow and develop. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Pertumbuhan merupakan suatu proses perubahan kuantitatif dalam diri individu, misalnya dari kecil menjadi besar."&gt;Growth is a process of quantitative change within the individual, for example, from small to large. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Sedangkan perkembangan merupakan suatu proses perubahan kualitas dalam diri individu."&gt;While development is a process of change within the individual qualities. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Pertumbuhan maupun perkembangan seseorang berbeda satu dengan yang lainnya."&gt;Growth and development of a person different from one another. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dalam setiap tahap perkembangan dan cara mengendalikan permasalahan tersebut."&gt;The difference is caused by many factors that influence the emergence of problems in each stage of development and how to control these problems. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Oleh karena itu tugas utama dari seorang pendidik adalah memberi fasilitas dan membantu anak dalam menghadapi masalah dalam setiap tahapan perkembangan."&gt;Therefore the main task of an educator is to provide facilities and assist children in dealing with problems in every stage of development.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Setiap proses perkembangan masing-masing individu memiliki pola yang khas, dimana tidak ada satu individu yang identik sama."&gt;Every process of development of each individual has a unique pattern, in which no single individual identical. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="Oleh karena itu, masing-masing anak akan tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang unik."&gt;Therefore, each child will grow and develop as a unique individual. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sebagai sebuah proses, perkembangan individu dipengaruhi oleh banyak faktor."&gt;As a process, individual development is influenced by many factors. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Secara garis besar, faktor yang mempengaruh seseorang adalah faktor genetik dan faktor sosial."&gt;In general, the factors that a person is mempengaruh genetic factors and social factors. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Faktor genetik merupakan faktor dalam diri individu yang diwariskan dari orang tuanya meliputi bakat, pembawaan, potensi-potensi psikis dan fisik."&gt;Genetic factors are factors within the individual who inherited from his parents include talent, innate, potential psychological and physical. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sedangkan faktor sosial merupakan faktor dari luar individu meliputi kondisi lingkungan yang terjadi dalam proses perkembangan baik yang mendukung maupun tidak."&gt;While social factors are outside the individual factors include environmental conditions that occur in both the development process that supports or not. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Pertentangan terjadi antara para ahli untuk menyatakan faktor mana yang lebih berpengaruh pada pembentukan karakteristik/perilaku individu."&gt;The contradiction between the experts to indicate which factors are more influential on the formation characteristics / behavior of individuals. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sebagai contoh adanya pengaruh genetic/hereditas dalam perkembangan adalah adanya perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin."&gt;As an example of the influence of genetic / heredity in the development of behavioral differences based on gender. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="Pada kenyataannya, anak laki-laki cenderung lebih aktif, memiliki inisiatif, agresif dan berorientasi fisik dalam memanipulasi objek."&gt;In fact, boys tend to be more active, have the initiative, aggressive and physically oriented in the manipulation of objects. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sedangkan anak perempuan, cenderung pada mengobservasi lingkungan daripada memanipulasi objek, dan mereka lebih memperhatikan, mendengarkan dan verbalizing."&gt;While girls tend to observe the environment rather than manipulate objects, and they are watching, listening and verbalizing. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Anak perempuan juga cenderung lebih matang secara fisik terutama pengendalian psikologis sehingga cenderung untuk berfungsi secara efisien."&gt;Girls tend to mature physically, especially psychological control that tends to function efficiently. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="Besarnya pengaruh genetic bukan berarti mengecilkan pengaruh lingkungan."&gt;The amount of genetic influence does not mean that minimize environmental impact. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Pada kenyataannya seorang anak yang aktif dan memiliki saudara atau anak tua lebih memilih menghabiskan waktunya dengan bermain adu fisik, tetapi anak yang tidak memiliki teman bermain menghabiskan banyak waktunya untuk mengamati/mempelajari lingkungan fisik."&gt;In fact, a child who is active and has a brother or older son chose to spend his time playing physical fights, but children who do not have to spend a lot of friends playing time to observe / study the physical environment. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="Kenyataan tersebut didukung oleh Hesmann dkk."&gt;The fact is supported by Hesmann et. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="1984; Patterson dan stouthamer-Loeber."&gt;1984; stouthamer-Patterson and Loeber. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="1984; dan Steinmetz.1977 yang menyatakan bahwa anak laki-laki yang dibesarkan dilingkungan yang brutal/sadis kemungkinan akan memiliki tindakan yang mengarah pada perkelahian dan tindakan yang tidak menyenangkan terhadap temannya (bullying)."&gt;1984; and Steinmetz.1977 which states that the boy who was raised by environmental brutal / sadistic likely to have an action that leads to fights and unpleasant actions against others (bullying). &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sedangkan Maccoby dan Martin, 1983; Rohner dan nielsen, 1978; Staub, 1979) menyatakan bahwa anak-anak yang sama tapi dibesarkan dalam lingkungan yang menyenangkan, akan lebih manusiawi, cenderung menjadi percaya diri, tapi tidak agresif dan cenderung menjadi pemimpin."&gt;While Maccoby and Martin, 1983; Rohner and Nielsen, 1978; Staub, 1979) states that children are the same, but brought up in a pleasant environment, be more human, tend to be confident, but not aggressive and tend to be leaders. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Berdasarkan hal tersebut, meskipun pengaruh biologi/genetik dapat dipastikan membentuk perilaku individu dan sosial, pengaruh lingkungan berinteraksi dengan genetic pada akhirnya mempengaruhi kebiasaan."&gt;Based on this, although the influence of biological / genetic inevitably shape individual behavior and social, environmental influences interact with genetic ultimately affect the habit. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Pada beberapa kasus, kedua faktor tersebut memiliki pengaruh yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya."&gt;In some cases, both factors have an impact that can not be separated from one another. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sebagai contoh pada dua kasus berikut: seorang anak yang lahir sempurna (tanpa cacat) apakah dapat dipastikan akan menjadi seorang periang apabila lingkungan selalu mencela semua perbuatannya."&gt;For example in the following two cases: a child who is born perfect (without defects) are certain to be a cheerful, if the environment is always denounced all his actions. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="Atau apakah seorang anak yang lahir dalam kondisi cacat juga dapat dipastikan akan menjadi seorang yang periang apabila didukung oleh lingkungan yang nyaman."&gt;Or if a child is born in a handicapped condition can also be certain to be a jovial, if supported by a comfortable environment. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Dalam hal ini tidak dapat dipastikan mana yang lebih berpengaruh."&gt;In this case can not be sure which is more influential. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Oleh karena itu, dalam hal pendidikan atau proses belajar mengajar penting untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu baik genetik maupun lingkungan."&gt;Therefore, in terms of education or teaching and learning process is important to study the factors that influence the development of individuals both genetic and environmental. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="Sehingga pendidik dapat menentukan sikap dalam menghadapi permasalahan di setiap tahapan perkembangan individu."&gt;So that educators can determine the attitude in dealing with problems at every stage of individual development.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Oleh karena itu tugas utama dari seorang pendidik adalah memberi fasilitas dan membantu anak dalam menghadapi masalah dalam setiap tahapan perkembangan."&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-7690201794496462153?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/7690201794496462153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/personal-and-social-development-of.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7690201794496462153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7690201794496462153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/personal-and-social-development-of.html' title='Personal and Social Development of the Child'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-5750525968795767820</id><published>2010-01-06T00:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T00:10:22.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dengki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sebab-sebab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengenal'/><title type='text'>Sebab-Sebab Dengki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara terperinci, Imam Ghazali menyebutkan enam penyebab dengki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, permusuhan dan kebencian. Marah, menurut Pambadjeng yang aktif dalam Yayasan Kita dan Buah, merupakan salah satu emosi dasar manusia. Kemarahan yang tidak tersalurkan dan terpendam dapat menimbulkan berbagai ‘masalah’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarahan terpendam ini, menurut Ustadz Rahmat Abdullah, menyebabkan seseorang menginginkan ‘musuhnya’ kehilangan nikmat atau celaka. Inilah yang disebut dengki! Penekanan dengki, menurut Ketua Yayasan Iqra’ ini, adalah kebencian pada orang lain, yang menjurus pada keinginan atau kegembiraan apabila nikmat orang yang dia benci itu hilang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, bangga terhadap diri sendiri. Kebanggaan atas kelebihan diri membuat seseorang tidak rela melihat orang lain memperoleh nikmat atau keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, sombong atau takabur. Merasa diri paling tinggi, pandai atau terhormat, membuat seseorang kerap ‘terkejut’ saat mengetahui ada orang yang memiliki kelebihan seperti yang dimilikinya, apalagi lebih ‘hebat’ darinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, takjub atau merasa diri paling pantas untuk dimuliakan. Akibatnya, ia tidak bisa menerima apabila orang lain juga dihormati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelima, berlomba-lomba untuk memperoleh sesuatu atau meraih posisi tertentu. Persaingan untuk memperoleh jabatan apabila tida disikapi dengan benar dapat menjerumuskan manusia ke dalam dengki. Hampir serupa dengan itu adalah ambisi untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir, keenam, penyebab dengki adalah keburukan jiwa. Ada orang yang memang jiwanya cenderung mendengki kepada orang lain. Dengki yang ditimbulkan dari jiwa yang seperti ini menurut Imam Ghazali adalah yang paling sulit disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-5750525968795767820?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/5750525968795767820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/sebab-sebab-dengki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/5750525968795767820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/5750525968795767820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/sebab-sebab-dengki.html' title='Sebab-Sebab Dengki'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-4148501112324622871</id><published>2010-01-06T00:09:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T00:09:08.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dengki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sebab-sebab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengenal'/><title type='text'>Mengenal Dengki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengki menurut Imam al-Ghazali adalah persoalan kenikmatan. Jika &lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt; memberikan nikmat kepada seseorang, ada dua hal yang mungkin timbul dalam diri manusia. Pertama, membenci orang yang menerima nikmat dan berharap agar nikmat itu hilang darinya. Itulah dengki yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, tidak menginginkan nikmat itu lenyap, tetapi ia ingin memiliki nikmat yang serupa. Perasaan kedua inilah yang disebut dengan &lt;em&gt;munafasah&lt;/em&gt; atau persaingan. Contoh persaingan adalah apa yang disebutkan &lt;strong&gt;Rasulullah saw&lt;/strong&gt;. dalam hadits yang dirwayatkan oleh &lt;strong&gt;Bukhari&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Muslim&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;“Tidak boleh hasad kecuali kepada dua golongan. Pertama pada orang yang dikaruniai &lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt; harta lalu ia menghabiskannya untuk membela kebenaran. Kedua pada orang yang dikarunia ilmu, lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada manusa.” &lt;/em&gt;Jelas di sini, munafasah dalam hal kebaikan dan beribadah tidaklah haram, bahkan dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Munculnya rasa dengki menurut Pambadjeng BM, Ps., staf pengajar RSCM Jakarta, pada dasarnya berawal dari adanya kebutuhan-kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang hidupnya manusia menginginkan kepuasan, ketenangan dan kenikmatan. Kalau hal tersebut tidak berhasil diperoleh sementara orang lain memiliknya, maka muncullah kedengkian dalam dirinya. Masalah yang kemudian timbul adalah apabila seseorang sampai melakukan cara-cara yang tidak baik untuk memenuh keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih jelas lagi, Ustadz Rahmat Abdullah mengungkapkan bagaimana manusia secara fitrah memang telah ‘dipersiapan’ mempunyai kecenderungan pada beberapa hal. Antara lain, misalnya kecenderungan pada harta dan wanita (atau pria bagi wanita). Manusia juga cenderung ingin ‘lebih’ dbandingkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejauh ini, persoalan fitrah ini adalah hal yang wajar-wajar saja. Yang menjadi tidak wajar, menurut konsultan Lembaga Psikologi AMNA ini, adalah cara manusia tersebut mendapatkan keinginannya serta bagaimana penghayatannya dalam melihat fenomena di sekitarnya. Apakah fenomena itu dilihatnya dengan hati yang membara, hati yang dengki atau tidak. &lt;em&gt;“Karena sebenarnya menjadi kaya atau pintar dengan cara sportif tentu tidak bermasalah,” &lt;/em&gt;tambah Ustadz Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan masalah iri dan dengki ini, beberapa kalangan menisbatkan sifat ini sebagai ‘persoalan’ perempuan. Padahal penyakit iri dan dengki bisa menimpa siapapun. Tua, muda, laki-laki atau perempuan. Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan seorang ulama asal Mesir, dalam bukunya &lt;em&gt;Da’i Militan Menghadang Tantangan&lt;/em&gt;, bahkan menyebutkan betapa seorang Da’i yang ikhlas sekalipun, sekali waktu dapat saja terperosok pada sifat hasad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasad memang bukan sifat khas perempuan. Namun seperti diutarakan Pambadjeng, wanita secara psikologis lebih emosional sehingga seringkali tidak berfikir dengan jernih bahwa apa yang diiginkannya tidak selamanya pantas atau efektif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikolog ini lalu mengutip suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa rentang emosi perempuan lebih panjang dari laki-laki. Karena itu, lanjut alumni Fakustas Psikologi UI ini, seorang perempuan bisa merasa amat marah sekali, juga bisa merasa sayang sekali. Perasaan berlebih inilah yang biasanya memicu timbulnya dengki. Karenanya, tampaknya perempuan mempunyai peluang untuk lebih mudah terjangkit rasa dengki karena sensitifitas emosinya ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-4148501112324622871?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/4148501112324622871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/mengenal-dengki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/4148501112324622871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/4148501112324622871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/mengenal-dengki.html' title='Mengenal Dengki'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-7032309023509117078</id><published>2010-01-06T00:06:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T00:06:53.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percaya diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membangun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiat'/><title type='text'>Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-273"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'Trebuchet MS',Verdana,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Georgia,'Times New Roman','Bitstream Charter',Times,serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-7032309023509117078?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/7032309023509117078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/kiat-sukses-membangun-kepercayaan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7032309023509117078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7032309023509117078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/kiat-sukses-membangun-kepercayaan-diri.html' title='Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-4786981968963184546</id><published>2010-01-05T22:32:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T22:32:37.986+07:00</updated><title type='text'>Mengubur Rasa Minder di Tengah Persaingan Global</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi sebagian orang tidaklah mudah melawan rasa minder, tapi bagi sebagian yang lain minder adalah sebuah penyakit yang Maha besar dan mampu menjadikan manusia budak di hadapan budak yaitu budak bagi manusia. Buku yang ditulis oleh kiyai yang lagi naik daun di tengah masyarakat kita,yang biasa di panggil dengan nama akrab ‘Aa’Gim. Tulisan dalam buku Aa’sangat menarik dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-268"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya kita tahu bahwa minder itu sangat berbahaya bagi diri kita. Banyak peluang yang tidak bisa kita peroleh,lantaran kita punya penyakit yang satu ini ‘MINDER’. Tidak hanya itu,minder dapat membuat kita kalah bersaing dengan orang-orang di sekitar kita. Sebab rasa PD kita sebagai manusia telah terpupus dengan adanya minder,padahal sejak awal kita telah menjadi pemenang. Bayangkan,anda dan saya adalah pemenang.! Ketika ribuan bahkan jutaan sperma yang berebutan dapat masuk membuahi telur pada rahim ibu,maka hanya satu yang menang menebus semuanya dan mengalahkan yang lain,yaitu kita. Kita sudah menang mengalahkan sperma yang hanya bisa bertahan hidup di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pribadi telah mengubur rasa minder sejak saya banyak membaca dan merenungi berbagai macam romantika kehidupan yang saya lewati. Banyak hal yang membangkitkan saya agar saya bisa tampil PD di mana pun saya berada. Diantaranya dengan membaca kehidupan kita lebih dalam, biarkan pikiran anda mengubur rasa minder demi menghadapi persaingan global&lt;br /&gt;yang lebih dinamis dengan cara membaca buku Aa’Gim atau dengan cara menjelajahi kisah masa kecil kita yang tidak pernah kenal minder.Meskipun ditertawakan dan terjatuh berulang&lt;br /&gt;kali….kita terus berdiri dengan sangat PD ditengah tepukan tangan orang-orang yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera kubur rasa minder anda dengan membaca buku ini atau membaca buku lainnya. Anda juga dapat mengubur rasa minder dengan sering terlibat dalam suatu organisasi. Karena dengan berorganisasi,secara tidak langsung kita sedang belajar untuk mengorganisasikan diri kita untuk tampil lebih PD dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah anda bisa membunuh rasa minder dengan membaca buku da’i muda ini,Buku ini ditulis dnegan bahasa yang mudah dicermati dan sederhana.Bahasanya menyentuh siapa pun yang membaca. Karena gaya bahasanya tidak bertele-tele.Tulisannya membuat kita seolah sedang membaca sebuah karya pertuangan yang kita gemari.&lt;br /&gt;Silakan anda nikmati rasa PD yang kelak akan mengantarkan anda menjadi manusia yang punya arti di hadapan Tuhan maupun manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-4786981968963184546?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/4786981968963184546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/mengubur-rasa-minder-di-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/4786981968963184546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/4786981968963184546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/mengubur-rasa-minder-di-tengah.html' title='Mengubur Rasa Minder di Tengah Persaingan Global'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-2918735723601464541</id><published>2010-01-05T22:31:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T22:31:51.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ujian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsentrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Konsentrasi Belajar Yuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mendekati musim ujian seperti sekarang ini, banya dari kita yang butuh konsentrasi ekstra dalam belajar. Pastinya kita nggak mau gagal dalam ujian nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini ada beberapa tips untuk dapat berkonsentrasi dalam kegiatan belajar. Mudah-mudahan dengan mengikuti tips-tips berikut, belajar kamu jadi lebih sukses lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-280"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Jangan biarkan gangguan itu datang Biasanya ketika kita belajar, pasti akan datang yang namanya gangguan.&lt;br /&gt;Gangguan ini bentuknya bisa macam-macam. Mulai dari televisi, telepon hingga nyamuk yang menyerang. Kalau sudah diganggu, biasanya konsentrasi belajar jadi buyar. Untuk menghindari itu semua, kondisikan situasi di&lt;br /&gt;sekitar kamu supaya gangguan-gangguan tadi bisa dihindari. Misalnya, matikan ponsel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Siapkan catatan kecil Jangan pernah meremehkan kekuatan dari sebuah catatan. Selalu siapkan beberapa lembar kertas berukuran kecil. Catat hal-hal yang penting untuk diingat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Buat target yang hendak dicapai Belajarlah dengan target. Tetapkanlah berapa jumlah halaman yang akan&lt;br /&gt;dibaca. Juga tetapkan berapa lama kamu akan belajar saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Siapkan penghargaan untuk dirimu Setelah serius belajar, kamu butuh menyenangkan diri sendiri. Tetapkanlah&lt;br /&gt;satu imbalan untuk diri kamu sendiri. Misalnya, kalau kamu bisa mencapai target belajar kamu hari itu, kamu akan makan ice cream rasa coklat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.Belajar nggak akan membuat temanmu hilang Jangan pernah merasa kamu akan kehilangan teman-temanmu karena kamu serius belajar. Teman-teman kamu nggak bakalan ninggalin kamu. Kalau mereka ninggalin kamu, berarti mereka bukan teman yang baik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-2918735723601464541?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/2918735723601464541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/konsentrasi-belajar-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2918735723601464541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2918735723601464541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/konsentrasi-belajar-yuk.html' title='Konsentrasi Belajar Yuk'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-7353668576217852534</id><published>2010-01-05T20:18:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T20:23:49.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekuler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>Pendidikan Sekuler Bagian dari Kehidupan Sekuler</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem pendidikan yang material-sekuleristik tersebut sebenarnya hanyalah merupakan bagian belaka dari sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang juga sekuler. Dalam sistem sekuler, aturan-aturan, pandangan dan nilai-nilai Islam memang tidak pernah secara sengaja digunakan untuk menata berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Agama Islam, sebagaimana agama dalam pengertian Barat, hanya ditempatkan dalam urusan individu dengan tuhannya saja. Maka, di tengah-tengah sistem sekuleristik tadi lahirlah berbagai bentuk tatanan yang jauh dari nilai-nilai agama. Yakni tatanan ekonomi yang kapitalistik, perilaku politik yang oportunistik, budaya hedonistik, kehidupan sosial yang egoistik dan individualistik, sikap beragama yang sinkretistik, serta paradigma pendidikan yang materialistik.&lt;br /&gt;Solusi Fundamental&lt;br /&gt;Pendidikan yang materialistik adalah buah dari kehidupan sekuleristik yang terbukti telah gagal menghantarkan manusia menjadi sosok pribadi yang utuh, yakni seorang Abidu al-Shalih yang muslih. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, paradigma pendidikan yang keliru di mana dalam sistem kehidupan sekuler, asas penyelenggaraan pendidikan juga sekuler. Tujuan pendidikan yang ditetapkan juga adalah buah dari paham sekuleristik, yakni sekedar membentuk manusia-manusia yang berpaham materialistik dan serba individualistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelemahan fungsional pada tiga unsur pelaksana pendidikan, yakni (1) kelemahan pada lembaga pendidikan formal yang tercermin dari kacaunya kurikulum serta tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah/kampus sebagai medium pendidikan sebagaimana mestinya; (2) kehidupan keluarga yang tidak mendukung; dan, (3) keadaan masyarakat yang tidak kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berfungsinya guru/dosen dan rusaknya proses belajar mengajar tampak dari peran guru yang sekadar berfungsi sebagai pengajar dalam proses transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tidak sebagai pendidik yang berfungsi dalam transfer ilmu pengetahuan dan kepribadian (transfer of personality), karena memang kepribadian guru/dosen sendiri banyak tidak lagi pantas diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemahnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan minimnya teladan dari orangtua dalam sikap keseharian terhadap anak-anaknya, makin memperparah terjadinya disfungsi rumah sebagai salah satu unsur pelaksana pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masyarakat yang semestinya menjadi media pendidikan yang riil justru berperan sebaliknya akibat dari berkembangnya sistem nilai sekuler yang tampak dari penataan semua aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, termasuk tata pergaulan sehari-hari yang bebas dan tak acuh pada norma agama; berita-berita pada media massa yang cenderung mempropagandakan hal-hal negatif seperti pornografi dan kekerasan, serta langkanya keteladanan pada masyarakat. Kelemahan pada unsur keluarga dan masyarakat ini pada akhirnya lebih banyak menginjeksikan beragam pengaruh negatif pada anak didik. Maka yang terjadi kemudian adalah sinergi pengaruh negatif kepada pribadi anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penyelesaian problem pendidikan yang mendasar harus dilakukan pula secara fundamental, dan itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekuler menjadi paradigma Islam. Sementara pada tataran derivatnya, kelemahan ketiga faktor di atas diselesaikan dengan cara memperbaiki strategi fungsionalnya sesuai dengan arahan Islam.&lt;br /&gt;Solusi Pada Tataran Paradigmatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara paradigmatik, pendidikan harus dikembalikan pada asas aqidah Islam yang bakal menjadi dasar penentuan arah dan tujuan pendidikan, penyusunan kurikulum, dan standar nilai ilmu pengetahuan serta proses belajar mengajar, termasuk penentuan kualifikasi guru/dosen serta budaya sekolah/kampus yang akan dikembangkan. Sekalipun pengaruhnya tidak sebesar unsur pendidikan yang lain, penyediaan sarana dan prasarana juga harus mengacu pada asas di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi obyektif pendidikan saat ini, langkah yang diperlukan adalah optimasi pada proses-proses pembentukan kepribadian Islam (syakhsiyyah Islamiyyah) dan penguasaan tsaqofah Islam serta meningkatkan pengajaran sains-teknologi dan keahlian sebagaimana yang sudah ada dengan menata ontologi, epistemologi, dan aksiologi keilmuan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, sekaligus mengintegrasikan ketiganya.&lt;br /&gt;Solusi Pada Tataran Strategi Fungsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang integral harus melibatkan tiga unsur pelaksana: yaitu keluarga, sekolah/kampus, dan masyarakat. Buruknya pendidikan anak di rumah memberi beban berat kepada sekolah/kampus dan menambah keruwetan persoalan di tengah masyarakat. Sementara, situasi masyarakat yang buruk jelas membuat nilai-nilai yang mungkin sudah berhasil ditanamkan di tengah keluarga dan sekolah/kampus menjadi kurang optimum. Apalagi bila pendidikan yang diterima di sekolah juga kurang bagus, maka lengkaplah kehancuran dari tiga pilar pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan sistem pendidikan Islam, semua unsur pelaksana pendidikan harus memberikan pengaruh positif kepada anak didik sedemikian sehingga arah dan tujuan pendidikan didukung dan dicapai secara bersama-sama. Kondisi tidak ideal seperti diuraikan di atas harus diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi strategis fungsional sebenarnya sama dengan menggagas suatu sistem pendidikan alternatif yang bersendikan pada dua cara yang lebih bersifat strategis dan fungsional, yakni: pertama, membangun lembaga pendidikan unggulan di mana semua komponen berbasis paradigma Islam, yaitu: (1) kurikulum yang paradigmatik; (2) guru/dosen yang profesional, amanah, dan kafa’ah; (3) proses belajar mengajar secara Islami; dan, (4) lingkungan dan budaya sekolah/kampus yang kondusif bagi pencapaian tujuan pendidikan secara optimal. Dengan melakukan optimasi proses belajar mengajar serta melakukan upaya meminimasi pengaruh-pengaruh negatif yang ada, dan pada saat yang sama meningkatkan pengaruh positif pada anak didik, diharapkan pengaruh yang diberikan pada pribadi anak didik adalah positif sejalan dengan arahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, membuka lebar ruang interaksi dengan keluarga dan masyarakat agar keduanya dapat berperan optimal dalam menunjang proses pendidikan. Sinergi pengaruh positif dari faktor pendidikan sekolah/kampus - keluarga - masyarakat inilah yang akan membuat pribadi anak didik terbentuk secara utuh sesuai dengan kehendak Islam. Berangkat dari paparan di atas, maka untuk mewujudkan lembaga pendidikan unggulan yang dimaksud setidaknya terdapat empat komponen yang harus dipersiapkan guna menunjang tindak solusif sebagaimana yang digagas — seperti tampak pada Bagan Skematis Fakta dan Solusi Problematika Pendidikan di Sekolah, yakni penyiapan kurikulum paradigmatik, sistem pengajaran, sarana prasarana dan sumber daya guru/dosen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-7353668576217852534?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/7353668576217852534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/pendidikan-sekuler-bagian-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7353668576217852534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/7353668576217852534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/pendidikan-sekuler-bagian-dari.html' title='Pendidikan Sekuler Bagian dari Kehidupan Sekuler'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7214574747822034743.post-2672418605466179514</id><published>2010-01-05T20:14:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T20:24:54.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengidap'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negara'/><title type='text'>INDONESIA NEGARA YANG BANYAK MENGIDAP PENYAKIT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia adalah negara yang banyak mengidap penyakit, berbagai penyakit multidimensi telah menjalar dari level atas pejabat sampai pegawai rendah. Tak luput dari virus ini, pendidikan sebagai bangunan dasar membangun Indonesia telah terjangkiti pula.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dunia pendidikan kembali dituding telah gagal membentuk watak mulia pada anak didik, maka seperti biasa, segera muncul saran untuk memperbaiki kurikulum atau muatan pada mata ajaran. Tapi, bila sebelumnya yang dipersoalkan hanya sebatas masalah mata pelajaran atau paling jauh struktur kurikulum, Ajip Rosidi dan mungkin banyak dari kalangan pemerhati dan pelaku pendidikan mempersoalkan hal yang lebih mendasar — yakni tentang sistem pendidikan nasional yang ditudingnya masih mewarisi sistem pendidikan kolonial.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini memang adalah sistem pendidikan yang sekular-materialistik. Bila disebut bahwa sistem pendidikan nasional masih mewarisi sistem pendidikan kolonial, maka watak sekular-materialistik inilah yang paling utama, yang tampak jelas pada hilangnya nilai-nilai transendental pada semua proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem pendidikan semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia shaleh yang sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi. Secara kelembagaan, sekularisasi pendidikan menghasilkan dikotomi pendidikan yang sudah berjalan puluhan tahun, yakni antara pendidikan “agama” di satu sisi dengan pendidikan umum di sisi lain. Pendidikan agama melalui madrasah, institut agama, dan pesantren dikelola oleh Departemen Agama, sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah menengah, dan kejuruan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disadari atau tidak, berkembang penilaian bahwa hasil pendidikan haruslah dapat mengembalikan investasi yang telah ditanam. Pengembalian itu dapat berupa gelar kesarjanaan, jabatan, kekayaan, atau apapun yang setara dengan nilai materi yang telah dikeluarkan. Agama ditempatkan pada posisi yang sangat individual. Nilai transendental dirasa tidak patut atau tidak perlu dijadikan sebagai standar penilaian sikap dan perbuatan. Tempatnya telah digantikan oleh etik yang pada faktanya bernilai materi juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pendidikan sangat berkaitan dengan masalah bidang lainnya, seperti ekonomi, hukum, sosial dan politik. Tidak bisa menyelesaikan masalah pendidikan hanya dari satu sudut bidang pendidikan semata, karena hasil pendidikan siswa disekolah sangat dipengaruhi juga oleh lingkungan dan keluarganya, maka solusinya harus bersifat revolusioner yaitu merubah secara total paradigma berpikir dan bersikap dari pola pikir dan pola sikap dari kapitalis menjadi pola berpikir islam. Di masyarakat kita saat ini berkembang persepsi kapitalis, semisal sekolah bertujuan dapat kerja, sekolah biar jadi orang kaya, sekolah sekedar mengisi waktu luang atau dari pada menganggur. Pelajaran ekonomi misalnya, mengajarkan: demi keuntungan sebesar-besarnya, dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menciptakan manusia, pasti dengan segala panduannya termasuk sistem pendidikan. Dalam islam bersekolah atau menuntut ilmu merupakan kewajiban. Hendaknya ditanamkan pada anak didik bahwa belajar atau menuntut ilmu hukumnya wajib, jika dilakukan akan mendapat pahala dan derajat yang tinggi, dan kalo tidak dilakukan berarti dosa. Hal ini kebanyakan tidak dipikirkan oleh masyarakat sekuler saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa abad silam pendidikan umat islam amat maju. diketahui bahwa peletak science modern adalah pemikir dan ilmuwan muslim. Mengapa dulu, pada semasa khalifah umar bin abdul aziz umat islam ulamanya ahli dibidang science dan sekaligus menjadi ahli agama? kalo ditelusuri jawabnya adalah tidak ada sekulerisasi antara agama dan science. Para ilmuwan waktu itu berlomba-lomba mencapai derajat yang tinggi karena didorong oleh keyakinan, bahwa barang siapa menuntut ilmu Alloh akan meninggikan derajatnya. Disamping itu negara atau kahlifah sadar bahwa memberikan sarana agar rakyatnya dapat melakukan kewajiban menuntut ilmu merupakan tanggung jawabnya. Khalifah banyak mendirikan perpustakaan diberbagai tempat yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Sekolah-sekolah digratiskan, usia sekolah tidak dibatasi, guru atau ulama digaji tinggi, bahkan konon seorang ulama dihadiahi emas seberat buku yang berhasil ditulisnya. Dalam proses belajar siswa tidak dibebani harus ujian tanggal seki! an, tetapi siswa diberi kesempatan sampai benar-benar menguasai materi pelajaran dan jika telah siap maka siswa menghadap guru untuk diuji secara lisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip islam lainnya adalah :ilmu untuk amal agar benar-benar memahami maka ilmu yang telah diperoleh harus diamalkan. Dalam hal ini ilmu-ilmu yang bersifat fardhu kifayah atau keahlian dipelajari oleh orang-orang tertentu yang berminat. tidak seperti saat ini, siswa begitu banyak dijejali materi yang sekedar informasi dan sulit dipraktekkan. inilah setitik kehebatan sistem pendidikan islam, jika kita trmasuk orang yang yakin akan kebenaran islam, maka usahakan dan tegakkanlah syariah secara menyeluruh. pendidikan yang bermutu katanya tidak bisa dicapai kalo todak ada biaya, bagaimana bisa membiayai pendidikan, jika ekonominya seret? bagaimana agar ekonomi tidak susah? jawabnya buang ekonomi kapitalis, terapkan ekonomi islam yang menjamin distribusi yang merata. Mana mungkin menerapkan ekonomi, jika negara tidak memfasilitasi? negara tidak mau dan tidak mampu menerapkan ekonomi islam jika sistemnya bukan sistem islam. Kesimpulannya tegakkan syariah islam secara total.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7214574747822034743-2672418605466179514?l=curatcaret.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curatcaret.blogspot.com/feeds/2672418605466179514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/indonesia-negara-yang-banyak-mengidap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2672418605466179514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7214574747822034743/posts/default/2672418605466179514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curatcaret.blogspot.com/2010/01/indonesia-negara-yang-banyak-mengidap.html' title='INDONESIA NEGARA YANG BANYAK MENGIDAP PENYAKIT'/><author><name>MY BROO</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__G7whNCyaXA/S1ZIRNJkA8I/AAAAAAAAAFU/TTLWAfMLcKA/S220/IMG0116A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
